Fikih Praktis Madzhab Syafii (Matan Abu Syuja) – Abu Syuja Al-Ashfahani

Rp35,000.00

Deskripsi

Judul : Fikih Praktis Madzhab Syafii Matan Abu Syuja
Penulis : Abu Syuja’ Al-Ashfahani,
Penerbit : Pustaka Arafah
Isi : 352 halaman
Berat : 150 Gram

Buku ini termasuk buku matan fikih populer di kalangan Syafi’iyah yang ditulis oleh Syaikh Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani Rahimahullah. Beliau lebih dikenal dengan nama Al-Qadhi Abu Syuja’. Kun-yah beliau disematkan karena beliau termasuk ulama pemberani dalam menegakkan kebenaran dan tidak takut celaan orang yang mencela. Ayah beliau dari Persia (Iran), dan beliau dilahirkan di Bashrah (Irak). Meski mengajar selama empat puluh tahun di Bashrah, beliau wafat di kota Madinah, negeri Hijrah.

Buku ini berisi 16 bab utama, di awali dengan kitab thaharah dan di akhiri dengan kitab pembebasan budak. Dan tema-tema kitab lainnya yaitu: kitab shalat, kitab zakat, kitab puasa, kitab haji, kitab jual beli dan muamalat lainnya, kitab faraidh dan wasiat, kitab nikah, kitab jinayat, kitab hudud, kitab jihad, kitab perburuan dan penyembelihan, kitab perlombaan dan memanah, kitab sumpah dan nadzar, dan kitab pengadilan dan persaksian.

SYARAT SEBELUM SHALAT

Penulis berkata, “Syarat sebelum mengerjakan shalat ada lima, yaitu: sucinya anggota tubuh dari hadats dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, berdiri di tempat yang suci, mengetahui masuknya waktu shalat, menghadap kiblat; seseorang boleh mengerjakan shalat dengan tidak menghadap kiblat dalam dua keadaan, yaitu; ketika rasa takut luar biasa, ketika mengerjakan shalat sunnah dalam perjalanan di atas kendaraan.”

RUKUN SHALAT

Penulis berkata, “Rukun shalat ada delapan belas yaitu: niat, berdiri jika mampu, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah di awali dengan membaca bismillahirrahmanirrahim, ruku’, thuma’ninah dalam ruku’, i’tidal, thuma’ninah dalam i’tidal, sujud, thuma’ninah dalam sujud, duduk di antara dua sujud, thuma’ninah ketika duduk di antara dua sujud, duduk terakhir, tasyahud dalam duduk terakhir, membaca shalawat dan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, salam pertama, berniat selesai dari shalat, (dan) mengerjakan rukun secara tertib sesuai dengan yang kami sebutkan tadi.

”HUKUM MEMAKAN ATAU MENJUAL DAGING KURBAN

Penulis berkata, “Orang yang berkurban tidak boleh memakan sedikit pun dagingnya jika kurban itu untuk memenuhi nadzar. Akan tetapi, dia boleh memakan dagingnya jika kurban itu termasuk sunnah. Daging kurban tidak boleh dijual dan harus diberikan kepada fakir dan miskin sebagai makanan mereka.”

Informasi Tambahan

Berat 150 g

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Fikih Praktis Madzhab Syafii (Matan Abu Syuja) – Abu Syuja Al-Ashfahani”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *